Archive for September, 2008
kata agnes monica
September 30, 2008alonso
September 29, 2008
Pada sesi kedua kualifikasi, Alonso gagal. Mobilnya menabrak dinding pembatas. Selesai. Tamat. Ia tak punya harapan lagi untuk memperbaiki peringkat. Ia tampak kecewa, geram, kesal, marah. Bahasa tubuhnya memberi tahu kita bahwa ia penuh amarah. Alhasil, ia hanya menduduki ranking paling ekor, nomor 15 untuk urusan urutan start pada keesokan harinya. Itu pertanda, dibutuhkan keajaiban untuk mencapai finish pada urutan nomor 1.
Pada harinya, perlahan namun pasti, keajaiban mulai menampakkan wajahnya. Kemustahilan menyusup pergi. Dan, pada akhirnya, ia mengubah zero menjadi hero. Membalikkan segalanya. Mengubah sosok looser menjadi winner. Sampai garis akhir, sampai garis sejarah.
Drama apakah ini? Setiap kita punya kisah untuk dituturkan. Ya, setiap kita…
motivasi
September 25, 2008Tak peduli siapakah Anda, apa latar belakang Anda,
dan dari mana Anda berasal, apa pun yang Anda alami
saat ini… yang jelas setiap orang berhak untuk menjadi
LUAR BIASA!
Saya menjumpai kata-kata di atas tatkala menyunting naskah buku Memang Hak-ku untuk Menjadi Luar Biasa! buah karya Happy S. Tjandra. Namun, bukan tentang buku ini benar yang ingin saya sampaikan, melain hal yang lebih krusial dan esensial *cieee, gaya banged deh lo!
sore yang lucu di plangi
September 25, 2008Seru dan lucu! Itu dua kata penting untuk menilai acara Ngabuburit Bareng Gradien kemarin sore di Gramedia Plaza Semanggi. Acara ini dikemas santai dan penuh canda. Ya talkshow dan musik jelang berbuka di tengah kepungan buku-buku. Dan ternyata menunggu buka sembari menikmati suara Michan asyik juga. Lengkap bersama grup musiknya, The Glow, Michan bersemangat mengisi sore itu dengan orasi-orasi yang Michan banget.. Ya inilah gaya Michan, si penulis buku Kutu Kupret Sandal Jepret. Bagi yang nggak datang pasti nyesel, sebab ada doorprize, buku yang dibagi-bagikan. Ok, jangan khawatir, kelucuan, dan kegokilannya masih bisa disimak kok di Kutu Kupret Sandal Jepret.
banyak jalan
September 24, 2008tiren
September 23, 2008
Hari-hari ini, ada kata yang mulai beken terdengar di kuping: Tiren. Ini terkait dengan daging ayam lho, bukan nama keren seorang artis sinetron yang lagi melejit namanya. Menyusul kata pendahulunya, “glonggong”, yang telah lebih dahulu melambung terhubung dengan daging sapi. Tiren itu… bukan pula singkatan dari “mati keren”, tapi yang betul adalah “mati kemaren”. Ayam yang mati “kemaren”, tapi dijualnya pada hari ini. Makna lugas tuntasnya adalah, ayam bangkai yang seharusnya dimusnahkan, tapi oleh segelingtir orang dijual sebagai daging ayam segar *lalu lo beli n maem dengan lahapnya.
belajar hamil
September 22, 2008
Saya lagi hamil tua. Kebeletnya minta ampyun dah. Detik-detik menjelang kelahiran, selalu menggemaskan, di samping memang pressure psikologis sedemikian kuat. Ada rasa lelah, ada pula happy yang tertunda. Tiap-tiap detik terasa begitu lamban. Ingin rasanya melakukan lompatan ke garis finish, karena jarak sudah terlihat di depan mata. Tapi, tak ada daya untuk memaksanya. Kecuali pasrah dalam penantian, dalam debar-debar.






