ceria

By morningdew

Perjalanan waktu telah mengantar kita melewati tengah September dalam tahun ini. Sebentar lagi Lebaran, terus Hari Pahlawan, disusul Natal dan Tahun Baru. Maka, berakhirlah tahun pengantar kegelisahan sosial-politik ini. Setelahnya, bersiaplah menghadapi stres nasional dalam topik besar bertajuk Pemilu.

Betapa ngebut waktu berlalu. Lamat-lamat, kita telah melupakan (bencana?) Lapindo. Perlahan tapi pasti, kita tidak dibuat terkejut lagi dengan aksi-aksi KPK. Gempa bersusulan dalam skala agak besar maupun kecil, tak membuat kuping kita bereaksi banyak lagi. Kedukaan-kedukaan lain silih berganti.

Adalah benar apabila kita harus menjangkarkan diri dan hidup pada masa depan. Namun sungguh benar apabila kita tidak menghabiskan waktu untuk berkeluh kesah saat-saat ini. Rebutlah hari ini. Kiranya “duka” yang datang bersamanya, tidak membutakan kita untuk melihat akan “suka” yang menyertainya. Daripada meratapi noda-noda tinta pada selembar kertas putih, mari mengubah paradigma bahwa masih bersisa cukup banyak area putih untuk kita tulisi.

Seseorang pernah bercerita bahwa waktu adalah ibarat “wanita cantik” berambut panjang hanya di depan. Jangan terpesona untuk berhenti melakukan apa pun, karena sekali saja “wanita cantik” itu lewat, kita tak akan dapat menggapainya lagi–tak ada rambut di belakangnya untuk kita raih. Seorang abegeh juga pernah berkata, “Daripada duduk diam di depan cermin meratapi jerawatmu yang besar, lebih baik menimba air di sumur untuk mandi” *halah, yang ini lebay bangeds dyehh!

Maka, sebelum bulan September ini lewat, dan rasa-rasanya bakal terdengar janggal di telinga kalau kita menyanyikannya di bulan-bulan lain, mari kita mengutuhkan kembali motivasi untuk melangkah sambil bersenandung:

September Ceria
James F. Sundah

Diujung kemarau panjang
Yang gersang dan menyakitkan
Kau datang menghantar kesejukan

Kasih,
Kau beri udara bagi nafasku
Kau beri warna bagi kelabu jiwaku

Tatkala butiran hujan
Mengusik impian semu
Kau hadir disini
Dibatas kerinduanku

Kasih,
Kau singkap tirai kabut hatiku
Kau isi harapan baru
Untuk menyonsong
Masa depan bersama

Reff :
September ceria
September ceria
September ceria
September ceria
September ceria milik kita bersama

Ketika rembulan
Tersenyum diantara mega biru
Kutangkap sebersit isyarat dimataku

Kasih,
Kau sibak sepi disanubariku
Kau bawa daku berlari didalam asmara
Yang mendamba dan bahagia

2 Responses to “ceria”

  1. Dedew Says:

    Tul mas,jaman susah kt kudu teteup smangaat,nyanyi lagu ini wae ben warass!piss yo!

  2. caroline Says:

    duh, itu lagu taun berapa yak?
    sepertinya saya kok belum terlahir didunia ini…
    *wink wink*

Leave a Reply