Tak peduli siapakah Anda, apa latar belakang Anda,
dan dari mana Anda berasal, apa pun yang Anda alami
saat ini… yang jelas setiap orang berhak untuk menjadi
LUAR BIASA!
Saya menjumpai kata-kata di atas tatkala menyunting naskah buku Memang Hak-ku untuk Menjadi Luar Biasa! buah karya Happy S. Tjandra. Namun, bukan tentang buku ini benar yang ingin saya sampaikan, melain hal yang lebih krusial dan esensial *cieee, gaya banged deh lo!
Manakala kita sebagai pribadi mengalami tekanan, bahkan stres dan depresi, menghadapi permasalahan hidup yang bagai labirin tak berujung; manakala kita sebagai bangsa mengalami tekanan hidup yang membuahkan persoalan ekonomi, misalnya; apa yang akan terjadi? Situasi akan memburuk, tingkat pengharapan merosot tajam, dan mungkin saja tak terhindarkan akan berujung pada situasi destruktif.
Jikalau memang seperti ini yang terjadi, apa yang bisa kita lakukan? Kita membutuhkan kata sakti “motivasi” sebagai pil doping. Ia memang bukanlah obat pintar yang menyembuhkan segala penyakit. Bukan pula tongkat ajaib yang dipakai oleh para pesulap. Ia “sekadar” bahan bakar yang berdiam di dalam diri setiap orang, ya… setiap orang. Ia adalah energi bagi manusia untuk mendapatkan “turn on” atau melakukan “U Turn” dalam hidupnya. Yap, kita membutuhkan penyulut untuk berbalik arah dari “kejatuhan” menuju kebangkitan. *Tak ada bintang yang bisa diraih dengan kepala tertunduk.
Kesadaran bahwa segala matra perlu diupayakan dalam rangka menyulut motivasi diri kita, membuat buku ini pada akhirnya hadir dibarengi dengan VCD “Fail is Not Jail, But for Sail”. Dan ini semua akan makin lengkap direpresentasikan dalam format kehadiran life pengarangnya yang adalah seorang motivator, di hadapan kita. Jikalau Anda beruntung bisa hadir, maka nikmatilah di Gramedia Gran Indonesia, 26 September 2008, pukul 16.00 dalam acara ngabuburit dan buka puasa bersama pemutaran “Fail is Not Jail, But for Sail” dan siraman motivasi dari penulisnya.
Setidaknya, inilah salah satu upaya bagi kita semua untuk mengepalkan tekad baru dan “merebut” kembali hari depan kita!
September 25, 2008 at 10:16 am |
*Tak ada bintang yang bisa diraih dengan kepala tertunduk. –> betul banget, Pak…
September 26, 2008 at 1:01 am |
eheheh, kalimat yg ditemukan dlm spontanitas
September 26, 2008 at 10:50 am |
jahhh… telat lagi dwehhh
kebanyakan menunduk mencari bintang jatuh jadi ketinggalan acara oke…
September 29, 2008 at 1:50 am |
@Olin: emg ga niat kalee :p
ga mudik ke Djokdja? Hari ini uenak bgt, sepiii
September 29, 2008 at 7:59 am |
bukan ga niat… ud lama ga mampir ke sini, pak
jadi ketinggalan berita de…
ga iso mudik… anak2 liburnya cuman sebentar… *sigh*
aku rinduu Yogyaaaaa…. huaaaa… *lebay*