Archive for the ‘tentang baca’ Category

kata tukul arwana

October 15, 2008

“Dari dulu saya suka membaca bagaimana kiat menjadi orang sukses dan buku masalah kejiwaan [baca: buku psikologi/pengembangan diri]. Saya sering terhipnotis jika sudah membaca dua jenis buku ini”

piring terbang caleg

October 13, 2008

Saya termasuk salah satu pembaca yang, entah sedikit atau banyak jumlahnya, sulit sekali untuk dapat menikmati Sukribo, komik strip yang rutin muncul di harian Kompas Minggu. Mungkin faktor sayanya yang terlalu teler untuk menormalkan urat syarat gokil sehingga trengginas dalam mendeteksi sebuah kelucuan. Atau, IQ humor saya memamg berkadar joget *maksudnya sering kali hang kayak komputer jangkrik. Tapi pada hari Minggu kemaren, saya dibuat berjingkrak ngakak juga. Hahaha… tertawa dulu deh sebelum telmi membaca cuplikan di bawah ini:

(more…)

usil mang usil

October 8, 2008

Namanya Mang Usil. Diteropong dari kenakalannya, patut diduga dia berjenis kelamin laki-laki. Sukanya nangkring di Pojok. Mungkin karena memang ia berumah di pojokan halaman 6 Kompas. Walopun begitu, keusilannya tak musti selalu usil. Kadang garing banged. Mencoba jayus-jayusan. Mungkin itu pas doi lagi kehabisan ide. Mungkin juga karena sayanya yang sense of gokil-nya lagi ga nonjok. Tapi pada Sabtu, 4 Oktober 2008, ia tampil prima. Saya terusil juga dengan keusilannya:

(more…)

kata agnes monica

September 30, 2008

“Buku punya andil yang besar terhadap karierku sekarang”

kata ivan gunawan

September 16, 2008

“Buku itu hobiku sejak kecil.”

cerita rakyat

September 12, 2008

Cerita rakyat dari Indonesia bagian timur, seperti Papua dan Maluku, belum banyak tergali. Di Papua, misalnya, baru sekitar 40 persen cerita rakyat yang tergali. Sebagian besar cerita-cerita rakyat dari daerah lain, seperti Jawa, Kalimantan, dan Sumatera, sudah diteliti, digali, dan didokumentasikan.

Kata Kepala Pusat Bahasa Dendy Sugono, seperti berita di Kompas (10/9), ”Biaya penelitian dan penggalian cerita rakyat masih terbatas. Penelitian untuk pemetaannya saja belum seluruhnya terjangkau karena biayanya tinggi.” (more…)

baca n buang

September 3, 2008

Membaca sambil buang hajat? *hueeekkk!!! Doeloe, rasanya jijay amat. Peristiwa “sekale dayung dua-tiba benua terlampauwi” ini rasa-rasanya tak pantas dan tak bermoral untuk dilakukan oleh manusia. Secara buang hajat dikonotasikan sebagai tindakan “kejahatan” tak terperih bagi orang-orang yang beradab nonbiadab di muka bumi persada ini.

Tapiii, dengan berlalunya waktu dan memampangnya banyak teladan di depan mata, saya pun tergoda untuk mencobanya. Dan, apa yang terjadi sodara-sodara? Hidiiih, risih banged-banged dah… Bukannya konsen membaca atau berhajat, malah saya bergulat dengan rasa mual di kepala (just perception??). Namun.. “sekale lancung ke belantara, pantang awak bermundur bodi”. Hasilnya, lama-kelamaan, kok jadi tergoda untuk mengulang. Dan demi waktu (sori untuk Ungu), menjadi biasa deh.

Bahkan kini, tragisnya, saya menemukan beberapa manfaat tiada tara dalam acara “baca n buang” itu. Beberapa keunggulan utama yang sempat-sempatnya untuk diungkap di sini sebagai nilai tambah adalah:

  • bahan bacaan, baik koran atau majalah, sekaligus berfungsi untuk menghalangi atau sekadar memperlambat tibanya bebauan tak sedap masuk ke hidung
  • “baca sambil buang” tentu saja bernilai efisiensi tinggi, karena “sekali tepuk dua lalat mati”
  • hajatan ini berkontribusi penuh dan langsung dalam rangka meningkatkan minat baca nasional

Nah, apa lagi? Bagi yang belum biasa, silakan mencoba. Sekali lalu kapok? Biasalah… Dua-tiga kali lalu jijay? Jamaklah… Selanjutnya tergoda? Nah, itu dia! Selanjutnya terserah Anda!