Saya tumbuh besar di dalam sebuah keluarga yang tidak mengurusi gigi, di sebuah kota yang tidak punya dokter gigi. Tak ada waktu untuk memberi perhatian pada begituan, karena tiap-tiap hari semua orang sudah dibuat sibuk untuk urusan mencari nafkah agar dapur tetap bisa ngebul, anak-anak bisa bersekolah, dan tidak sakit perut akibat lapar. Dan tampaknya, demikianlah selazimnya semua penduduk yang berjumlah sedikit di kota yang seupil itu.
Archive for the ‘tentang buku’ Category
gigigigi
October 21, 2008demokreasi
October 14, 2008
Demokrasi adalah sebuah sistem. Kalaupun dianggap terbaik, tetaplah ia bukan jawaban segalanya. Sebagaimana jamaknya di lain ladang, maka sistem ini pun dipake untuk menentukan kelayakan terbit, judul, dan cover sebuah buku di Gradien. Keputusan tertinggi itu di forum, kasarannya pake sistem pilihan terbanyak. Tak seorang pun boleh otoriter di sini, meski ge-er tetep tak dilarang. Karena, sejago-jagonya redaksi, ia tetaplah tak punya mata seorang pemasaran yang telah meng-install ribuan buku per tahun. Begitu juga sebaliknya, selihai-lihainya pemasaran, redaksilah yang paling tahu tentang isi naskah tersebut. Maka, perkawinan kedua pihak ini sungguh baik hati dan tidak sombong. Tak heran klo banyak pengarang yang menerima jawaban begini saat nanya posisi naskahnya: blum selesai brantem, masih bakalai.
banyak jalan
September 24, 2008belajar hamil
September 22, 2008
Saya lagi hamil tua. Kebeletnya minta ampyun dah. Detik-detik menjelang kelahiran, selalu menggemaskan, di samping memang pressure psikologis sedemikian kuat. Ada rasa lelah, ada pula happy yang tertunda. Tiap-tiap detik terasa begitu lamban. Ingin rasanya melakukan lompatan ke garis finish, karena jarak sudah terlihat di depan mata. Tapi, tak ada daya untuk memaksanya. Kecuali pasrah dalam penantian, dalam debar-debar.
ide najees
September 10, 2008
Tidak mudah melahirkan ide-ide brilian untuk mempromosikan buku. Secara buku belum masuk nominasi dalam golden list bernama “sembako”. Tung Desem aja sampe kehilangan akal, maka akhirnya dia ngambek dan membuang uang begitu saja dari atas pesawat *heheh emangnya gitu critanya??
Kala hari ini saya berkalang keringat akibat AC kantor yang error, daripada hang dan mutilasi orang, mending mikirin ide-ide kreatif untuk promosi buku. Maka, lahirnya ribuan ide, yang diperas menjadi ratusan buah, puluhan, lalu akhirnya dipadatkan lagi hingga menjadi 4 butir [bwat orang-orang promo dan pemasaran yang ingin meng-copypaste-nya, silakan]: (more…)
puisi kecian banged
September 4, 2008
Di backcover majalah Matabaca edisi Agustus 2008, saya menemukan puisi yang “kecian bangeds deh”. Ditulis oleh seorang teman, Ook Nugroho. Judul’e Buku yang tak DiBaca. Kalo pengin baca, sila disimak deh…
Ia sebuah buku
Yang tak dibaca lagi
Terselip kesepian
Dalam rak kenangan
Kulit sampul meluntur
Saru dimangsa waktu
Judulnya gagap
Kikuk menatap zaman
Tema dan gaya
Sama kadaluwarsa
Halaman yang pernah perkasa
Nelangsa tak berdaya
Ia sebuah buku
Yang tak dibaca lagi
Bahkan saya lupa
Dulu pernah membelinya
(16 Juli 2008)
kutu kupret
July 17, 2008
Hati-hati membuang sendal jepit. Karena benda paling nista diinjak sedunia ini memiliki tuah kutukan bernama keren “kutu kupret sendal jepret”. Tidak percaya? Hmm! Berarti Anda orang pertama yang harus membaca buku berjudul Kutu Kupret Sendal Jepret (Gradien Mediatama, Juli 2008).
Selain untuk waspada terhadap kutukannya, buku ini perlu dibaca dengan beberapa alasan utama dan prinsipil:
- Inilah salah satu dari sedikit benda Anda yang paling setia, menemani Anda dalam keseharian, termasuk waktu menunaikan tugas wajib di WC, baik pipis maupun pupup.
- Inilah salah satu dari sedikit benda Anda yang paling sergap untuk digunakan memukul coro, cacing, tikus, atau hewan-hewan kebencian Anda lainnya.
- Inilah salah satu dari sedikit benda Anda yang paling enteng untuk ditabokkan ke wajah musuh Anda kala dia mendekat.
- Inilah salah satu dari sedikit benda Anda yang paling penuh pengorbanan karena bisa menjadi alas kaki meja yang goyang atau sebagai pengganjel pintu.
- Inilah salah satu dari sedikit benda Anda yang paling memungkinkan Anda injak-injak sepenuh hati 24 jam sehari kala Anda patah hati.
Sebagai bonus, buku ini dihiasi dengan banyak foto seleb dari jepang, yaitu pengarangnya sendiri… yang entah keturunan keberapa dari klan samurai paling penghabisan yang hidup di sono. Selain itu, kejijayan penulisnya bisa pula ditengok di blognya ini: www.kutukansendaljepit.com
*Catatan kaki jempol: Michan tidak ada hubungan apa pun dengan Maia, kecuali sama-sama cewek yang paling dicari di muka bumi ini.


