Rasanya, ini bukan perjalanan ke luar kota tercapek dalam hidup saya. Seingatnya, ini juga adalah sakit pertama yang saya alami dalam tahun ini. Kesimpulannya, semoga ini sakit pertama dan terakhir untuk tahun 2008
Archive for the ‘tentang diri’ Category
editor bisa sakit?
December 26, 2008tanggal merah
October 16, 2008Kapan tanggalan menjadi merah lagi?
Kapan merahnya cukup panjang lagi?
Ini tak ubahnya seperti pertanyaan yang sering diajukan oleh kanak-kanak yang menjalani hari-hari bersekolah dengan susah payah. Atau, orang-orang kantoran yang babak belur diimpit tumpukan tugas dengan penyanderaan pelototan mata bos yang tak mau pergi-pergi. Tapi bukan, ini hanya sekadar pertanyaan retorika, yang patut diajukan atas nama kesehatan mental untuk mendapatkan ruang guna meraih oksigen untuk bernapas. Hanya itu, sekadar begitu…
jalan
September 9, 2008
Ntah kenapa, kini saya suka sekali jalan kaki. Napsu banged-banged gitu. Saban ada tujuan ke mana, otak ini berpikir kreatif gimana caranya bisa diakali dengan jalan kaki. Barangkali, ini adalah kegemilangan seekor rusa menemukan padang rumput hijau menggiurkan. Semacam antitesis dari pekerjaan sehari-hari sebagai editor yang kudu duduk manis sejak pukul 8 pagi mpe jam 6 sore.
Di Surabaya, belum lama berselang, saya menikmati ekstasi ini. Setelah laptop diparkir di jalan Darmahusada I, saya sudah iseng jalan kaki menuju ujung jalan dekat jembatan, yang klo ditelusuri turun terus akan sampai di seberang sungai Plaza Surabaya. Esoknya, sebuah jalan “baru” bikin saya ngiler. Doeloe, waktu saya masih kuliah di sono, belum ada jalan yang lurus dari Darmahusada I mpe jalan Manyar. Maka, pagi-pagi benar, setelah check in, saya menempuhnya dengan napsu, karena saya tau diujung sananya, akan ada Gramedia Manyar. Atau, kisah lain di kota Solo. Dari hotel, saya memilih jalan kaki ke tempat pameran daripada naik mobil. (more…)
filosofi kesiangan
July 16, 2008
apakah hidup itu? hidup adalah upaya untuk menunda kematian dan sekaligus memperpanjang kehidupan. sakit dan kematian selalu mengintip sejak matahari terbit. hari keseharian adalah pergulatan mengatasi satu hal ke hal lain. dan besertanya, bila mau berjerih lelah lagi, adalah upaya mencari makna atas hal-hal itu.
tak ada cara untuk hidup tapi ada banyak jalan untuk sakit dan mati. dan perjalanan ke sana adalah progresif adanya. terdapat limit yang bisa dikalkulasi. hitungan-hitungan usia yang bisa dimainkan. karena toh jelas, usia manusia adalah kisaran 70-an tahun.
napa?
July 14, 2008balas dendam
July 10, 2008
tidak mudah mewujudkan niat untuk membalas dendam. banyak godaan untuk menunda, bahkan menggagalkannya. walopun tekad sudah dicanangkan, komitmen telah dilambungkan, semangat telah dipompa. tetap saja gemulai godaan selalu datang untuk membatalkannya.
anggaplah semua ini bermula dari malam apes (tepatnya subuh yang gelap) pergelaran final piala eropa di depan tipi. niat badan hendak mengaso, keterusan nonton final jerman vs spanyol. maka, kondisi tubuh yang sudah minus tidur, masih ditambah begadang sepanjang 90+ menit. alhasil, bodi ini cuma bisa damai tak lebih dari 2,5 jam, lalu maraton bekerja duduk-manis selama 10 jam. apesnya lagi, jerman kalah! fufufu, klo tau gitu tak sudi awak mengorbankan awak!
dan niat membalas dendam untuk tidur selama 12 jam, tak pernah kesampean, hingga detik ini. demi panggilan tugas untuk mengembara ke arah jawa timur, dalam padat dan telernya kota-kota di sana. jadi, sejak subuh final piala eropa itu, saya belum berhasil membalas dendam. dan saat posting ini ditulis, otak saya sudah lemot tak keruan, badan dah lamban kayak “the six million dollar man”.



