Archive for the ‘tentang rasa’ Category

alonso

September 29, 2008

Pada sesi kedua kualifikasi, Alonso gagal. Mobilnya menabrak dinding pembatas. Selesai. Tamat. Ia tak punya harapan lagi untuk memperbaiki peringkat. Ia tampak kecewa, geram, kesal, marah. Bahasa tubuhnya memberi tahu kita bahwa ia penuh amarah. Alhasil, ia hanya menduduki ranking paling ekor, nomor 15 untuk urusan urutan start pada keesokan harinya. Itu pertanda, dibutuhkan keajaiban untuk mencapai finish pada urutan nomor 1.

Pada harinya, perlahan namun pasti, keajaiban mulai menampakkan wajahnya. Kemustahilan menyusup pergi. Dan, pada akhirnya, ia mengubah zero menjadi hero. Membalikkan segalanya. Mengubah sosok looser menjadi winner. Sampai garis akhir, sampai garis sejarah.

Drama apakah ini? Setiap kita punya kisah untuk dituturkan. Ya, setiap kita…

motivasi

September 25, 2008

Tak peduli siapakah Anda, apa latar belakang Anda,
dan dari mana Anda berasal, apa pun yang Anda alami
saat ini… yang jelas setiap orang berhak untuk menjadi
LUAR BIASA!

Saya menjumpai kata-kata di atas tatkala menyunting naskah buku Memang Hak-ku untuk Menjadi Luar Biasa! buah karya Happy S. Tjandra. Namun, bukan tentang buku ini benar yang ingin saya sampaikan, melain hal yang lebih krusial dan esensial *cieee, gaya banged deh lo!

(more…)

ceria

September 19, 2008

Perjalanan waktu telah mengantar kita melewati tengah September dalam tahun ini. Sebentar lagi Lebaran, terus Hari Pahlawan, disusul Natal dan Tahun Baru. Maka, berakhirlah tahun pengantar kegelisahan sosial-politik ini. Setelahnya, bersiaplah menghadapi stres nasional dalam topik besar bertajuk Pemilu.

(more…)

pelecehan seger

September 5, 2008

Tahukah Anda bahwa editor seringkali mendapatkan pelecehan tak senonoh? Tahukah Anda bahwa terkadang, betapa nista hidup keseharian seorang editor? Tahukah Anda aniaya senantiasa menerpa batin seorang editor? Tahukah Anda bahwa seorang editor tak akan lepas dari mengalami KDRT? (Kekerasan Dalam Rapiin Tulisan)??

Ada contoh bagus, konkret, nyata… lebih nyata dari elpiji 3 kg yang katanya ilang dari pasaran. Hari-hari ini, hidup saya di kantor lagi diwarnai nista seperti ini. *huueekkk. Saya lagi menangani sebuah naskah yang pantang diedit kala Anda sedang bersiap-siap makan atau minum. Naskah ini, dalam jumlah halaman lebih dari 200, hanya bertutur tentang 3 hal utama, yaitu: pup, pipis, kentut! *huueekkk

Sebelum Anda menuduh saya provokator dan memfitnah sana-sini, dan sebelum saya didatangi pasukan Detasemen 88 Anti Teror, atau dituduh ada hubungan dengan Artalyta dalam menyembunyikan barang bukti, maka saya beberkan di sini secuil aja kisah yang terkandung di dalamnya sebagai barang bukti:

(more…)

ujian kesabaran

September 1, 2008

Ujian kesabaran itu bisa dirayakan di mana saja, kapan saja, dan dengan kejadian apa saja dalam kehidupan ini. Dalam skala besar dan tak jarang lebih sering dalam skala imut-imut. Itu yang dapat saya amati dan alami sesering mungkin. Sebelum wiken kemaren tiba misalnya, telah datang contoh buku ini yang masih anget karena baru saja terbit. Belum juga berlama-lama membukanya secara sepintas beberapa halaman, sudah diminta lagi oleh rekan untuk dikirimkan ke penulis, desainer cover, dan kartunis sebagai bukti terbit. Katanya, jumlah buku yang tiba kurang, jadi buku yang saya pegang itu harus rela disita lagi dengan atau tanpa paksaan.

Padahal, hikss.. sudah menjadi kebiasaan yang jamak terjadi pada siapa pun dan produk apa pun, sebagai “pembuat” kita akan dibuat penasaran untuk menimang-nimang hasil akhir buatan kita itu. Apalagi wiken sungguh pas untuk membaca-baca ulang buku itu, sambil mereview error-error yang mungkin tercecer di mana-mana. *Kebayang gak sih nikmatnya sebuah minggu pagi yang cerah duduk dengan mata malas dan badan bau asyem-asyem-manis gimana gitu.. membaca buku itu sambil menghirup kopi instan yang hangat mengepul??

Tapiii, ya naseb… bukunya disita dengan nista. Berarti saya harus (belajar) sabar untuk menunggu… mengajukan permintaan tambahan buku lagi. Mau gimana lagi toh? Masak mau difotokopi? Hidih, ini sungguh akan menjadi lebih lucu dari tingkah pola para pelawak siapa pun di tipi mana pun. Jadi, yasudlah… belajar nrimo dan sabar, karena toh ujian selalu bermanfaat untuk kenaikan kelas. Iya kan?, iya kan?? *hayuk, belain perasaan gw duong, huehehe

cape deh…

June 2, 2008

Menonton tipi jaman sekarang, capee dehh!

  • banyak orang digebukin di monas
  • dagelan nyanyi melelet-lelet
  • korban lumpur merana, owner-nya … [sensor]
  • habis lempar janji, pejabat sembunyi tangan
  • eksploitasi anak-anak berkedok … [sensor]

capee dehh!!!

berkubang kuburan

May 28, 2008

Pada akhirnya saya ditohok oleh kesadaran bahwa kuburan tidak hanya banyak bertebaran di daratan dunia ini. Di dunia maya, mungkin jauh lebih banyak lagi. Sepertinya, banyak kuburan dari orang-orang yang mati suri. Ada pula yang mati (usia) muda. Tapi yang paling tragis, kalau boleh disebut semelodrama demikian, adalah kuburan dari orang-orang yang melakukan bunuh diri. Untuk 1, 2, atau seribu 1 alasan, mereka melakukan harakiri (catat: bukan kanan) atas blog-nya.

(more…)