oleh2 mi dari makassar

mieApa oleh-oleh yang bisa saya bawa pulang setelah perjalanan dari Makassar menghadiri HUT ke-2 komunitas blogger Makassar Angingmammiri? Coto, konro, pisang e’pe, kacang disko, barongkong, pisang ijo, bagea, palubuttung? Coto, lewat. Konro, sempat juga sih diajak makan konro, termasuk makan ikan mpe huekk di sekitar Pantai Losari dan sifut (sea food) di D’best Mal Panakukkang. Dan Barongkong, hmm ternyata uenak. Pisang ijo – Palubuttung? di tanah jawa sini juga banyak. Pisang e’pe? Di Djokja juga ada yang jual kok πŸ™‚

Rasanya, yang paling sedap untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh adalah “mi”. Di sana, tanpa sengaja, saya menemukan banyak mi. Terdengar lezat, dengan banyak variasi penyajian. Cukup gurih di telinga. Menghasilkan senyum-senyum gimana untuk didengarkan. Misalnya:

“Iyo, mi.”

“Ayo mi.”

“Kau pigi sendiri mi.”

Oalah… Ternyata fungsi “mi” di sini tak ubahnya “lah” yang sudah dikenal secara nasional. Tapi jangan kuatir Anda dibuat bingung, karena untuk mengatasinya mudah saja… kalau mau mengeditnya, rumusnya gampang kok:

Edit > Find > Replace

Find what: mi

Replace with: lah

Replace all

Beres kan, daeng? πŸ˜€

Advertisements

24 Responses to “oleh2 mi dari makassar”

  1. m. r. indrasari Says:

    Iyo mi. πŸ˜€

    Pa kabar, Daeng AngTekKhun?

  2. morningdew Says:

    @ mri: haha! kau org makassar jg kah?

  3. caroline Says:

    owalahhh….
    tak kirain mi beneran…
    jah, gini nih klo editor jalan2, oleh2nya ga jauh2 dari keunikan bahasa setempat. hehehe…

  4. amril Says:

    Cocok sekali mi itu daeng Khun..

    Jangan kapok ke Makassar ya? hehehe… πŸ˜€

  5. Ira Says:

    Hahahaha….mas khun bisa aja….jadi enakji mi nya?

  6. n t a n Says:

    waaah… oleh-oleh na keren πŸ˜€

    tapi kalo boleh koreksi di “Ayolah mi”
    pilih salah satu pake’ “lah” saja ato “mi” saja πŸ˜€

    senang bisa bertemu dan kenalan sama mas Khun
    ^^

    jangki bosan datang ke Makassar di’

    tabe’ πŸ™‚
    mari ki’ diii’…

  7. unga Says:

    yayaya….
    sampe mi mas kun hi2…..

  8. nhie Says:

    ayo mi pergi makan mas khun

    mau ki’ makan apa??

    makan mie mow nah? πŸ˜€

    atau makan seafood ki’

    πŸ˜€

  9. adink Says:

    cocokmi πŸ™‚

  10. morningdew Says:

    @ Oline: owalahhh… dikauw…
    @ amril: cucok rasanya? lbh ena’ dr bakmi gajahmda πŸ˜€
    @ ira: uenyak, uenyak…

    @ ntan: sesuai saran ngana, so diganti mi, jd tak usalah kita bakalai…
    @ unga: kirim2 dong mi nya ke sini :p
    @ nhie: terserah ngoni mi (lohhh, kok pake “ngoni”? hehe
    @ adink: oh, mi kocok ya? πŸ˜€

  11. silly Says:

    Mana mi oleh-olehnya pale pak khun?, hahaha. Saya masih ingat logat makassar dikit2. tapi gak akan bisa lupa sama mie goreng kering dan coto mangkasaranya… Pisang epek juga deng… Aduh, semua lahhh, yang dipantai losari itu, enakkkk banget.

  12. Mus_ Says:

    astaga..

    =))

  13. aRuL Says:

    belum tentu lho partikel “mi” itu bisa mengantikan “lah”

    seperti yang dibilang mbak silly itu benar “Mana mi oleh-olehnya pale pak khun?”
    “mi” bisa saja tak berarti alias bisa dihilangkan dari kalimat itu.
    dan “pale” itu bisa berarti “dong”

    tapi sebagai awalan sih ngak apa2 belajar logat makassar πŸ˜€

  14. morningdew Says:

    @ Silly: klo begitu dikauw hrs msk komunitas AM dong
    @ Mus: halo Mus, pake “naga” ga?
    @ aRul: o, gt. Program Find-nya hrs dimodif dong πŸ˜€

  15. Tuteh Says:

    *ngilerrrr* huekekek…

  16. si michan Says:

    mau cotooo!!!!

  17. Ipul Says:

    Mas Khun…wah ternyata2 bawa oleh2 yang unik ya..hihihi..
    tapi bener lho kata Arul. gak selamanya “Mi” bisa digantikan dengan “Lah”
    misalnya kata ” Bagaimana ?, jadi mi ?” (Bagaimana ?, udah jadi belum ?), kan kata “Mi” di situ gak bisa diganti jadi ” Bagaimana ?, jadi lah ?”, artinya rancu…hehehe..

    sebagai orang yang menggunakan partikel tersebut nyaris selama 31 tahun, saya sendiri masih kesulitan untuk menerangkan arti dan menjelaskan posisi pemakaiannya dalam kalimat. pokoknya asal pake aja, udah insting sih..hihihi..

    itu baru 1 partikel lho, belum lagi yang lain..kayak: Mo, Ji, Pi , pokoknya ditanggung pusing dah..:)

    but, anyway..nice to meet you Mas Khun..mudah2an ke depannya bisa kerjasama lagi sama anak AM dan tentu saja bisa ketemu lagi..

  18. morningdew Says:

    @ 2tea: klik aja ngiler dotcom :p
    @ michan: tidaaakkkk!!!
    @ daeng black: emg “mi” bervariasi ya, selain bs digoreng n rebus, bs jg di campur nasi goreng jd Magelangan atau jd spageto yg italiano, hehehe Senang jg jumpa Anda! Mpe jumpa *ngarep* tahun depan!

  19. rusle Says:

    hmm, kalo tinggal lebih lama bakal dapat segepok mas..
    bukan cuman mi, tapi juga ada tawwa, ko, je, ja’, ka’, dan sebagainya…
    jadi bisa wisata katakuliner…hehehe

    salam kenal

  20. Gelandangan Says:

    mmmmm enak na mi πŸ˜€
    jangan kapok ke makassar mas
    nanti kita perang lagi dengan kepiting nya huahahahaha
    Sukses buat mas Kun

  21. ilhamdi Says:

    wah lupa ngasih koment ke sini πŸ™‚

  22. ilhamdi Says:

    mi…coto…apa ya enaknya….mmmmmm

    makasar….

    badik….

    badik itu dari makasar bukan ?

  23. rara Says:

    jadi apa mi lagi?

    hihihihi

  24. ilhamhimawan Says:

    klo berkunjung ki’ ke Makassar, jangan ki’ juga lupa coba-coba mi itu makanannya…ada mi…iyo mi…mantab tawwa mi…hueheuheueh

    Semoga berkesan ki’ dengan Makassar di’…Salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: