Mari Membuat Resolusi agar Hidup Lebih Berbuah

stock-photo-25818571-men-s-bare-feet-in-the-sand-and-arrowsSetiap kita hidup dalam satuan waktu yang sama, namun tidak setiap orang menggunakannya secara optimal. Berbagai peluang dan kesempatan dalam hidup, tersedia di ladang waktu. Berbagai kemungkinan yang dapat kita raih, berjalan di landasan waktu. Namun, sebagaimana pernah diucapkan William Penn, “Time is what we want most, but what we use worst.” Itulah, antara lain, yang membedakan kualitas seseorang dari lainnya–dalam hal memanfaatkan ketersediaan waktu.

Setiap kita juga diberi kemampuan untuk melakukan evaluasi dan menyusun rencana baru. Itulah sebabnya di antara 31 Desember dan 1 Januari pada setiap tahun, terbentang garis imajiner yang kita hayati sebagai masa lalu dan masa depan. Pada garis imajiner itulah kita selalu berdiri untuk memulai hidup dengan tekad baru. Namun ironisnya, tak jarang kita terjebak dalam siklus kecewa yang mengesalkan. Waktu seolah anak panah yang luncurkan, melesat sedemikian cepat tanpa mengenai sasaran apa pun.

Dalam kelemahan yang manusiawi inilah, “resolusi hidup” menjadi penting untuk dibuat. Dipikirkan, direncanakan, dan dituliskan untuk memandu kita mengarungi samudera waktu selama setahun ke depan. Abraham Lincoln sangat menyadarinya sehingga ia pernah berucap, “Always bear in mind that your own resolution to succeed is more important than any one thing.”

“Resolusi hidup” secara sederhana dapat dirumuskan sebagai target atau komitmen yang ingin kita capai di masa yang akan datang. Agar resolusi tidak hanya menjadi ucapan sekadar untuk bersikap sok atau gagah-gagahan–melainkan terealisasi menjadi kenyataan–kita harus merumuskannya secara cermat.

1. Tetapkan Target yang Realistis

Resolusi tidak perlu disusun dengan target yang muluk-muluk. Target yang terlalu tinggi, akan sulit direngkuh dan mematahkan motivasi. Namun sebaliknya, target hidup selayaknya tidak rendah, karena tidak akan menjadi faktor pendorong yang memicu kita untuk mengeluarkan yang terbaik dari dalam diri kita. Buatlah target yang realistis, sehingga apabila kita mampu konsisten, terlampauinya target akan menjadi semacam bonus yang menggairahkan kita dalam mengisi hari-hari.

2. Target Tidak Perlu Banyak

Setiap kita memiliki “rutinitas” hidup dan memikul target atau tanggung jawab yang diberikan oleh pihak lain. Sebagai pelajar atau mahasiswa, kita sudah memiliki kewajiban yang harus dipenuhi. Sebagai karyawan atau pimpinan, kita harus menunaikan tugas-tugas yang diembankan kepada kita. Demikian pula dengan area hidup yang lain, misalnya sebagai anak, orangtua, suami/istri, dan kepala keluarga. Dalam rentang 12 bulan ke depan, rasanya 2-3 target utama disertai target-target ikutan, sudah sangat memadai untuk ditunaikan.

3. Tuliskan Dalam Bahasa Operasional

Resolusi yang diungkap melalui bahasa yang sederhana, jelas, dan dapat diukur akan jauh lebih memudahkan kita dalam menjalaninya. Tekad untuk menjadi “orang yang lebih baik” adalah target yang terlalu umum, demikian pula misalnya “aku ingin menjadi orang yang lebih rajin belajar” atau “aku akan berjuang agar lebih sukses tahun depan.” Akan jauh lebih jelas bila kita mencanangkan, misalnya, “aku akan mendonorkan darah ke PMI sebanyak 10 kali pada tahun depan“, “aku akan meraih posisi tiga besar di sekolah/kampus“, atau “aku akan menulis 2 novel dan 100posting blog sepanjang tahun depan“.

4. Buat Tahapan Upaya

Waktu 12 bulan bisa terasa lama, namun diakui oleh banyak orang sering kali terasa lewat begitu cepat. Janganlah membuat resolusi tanpa rancangan detail berupa tahapan-tahapan untuk mencapainya. Hal ini memberikan anak tangga yang sangat membantu kita untuk mencapai target besar. Rencana lebih detail dalam rentang waktu tertentu sangat menolong kita dalam mengevaluasi progres yang sudah dicapai dan apakah sudah on track atau belum, serta akan memercikkan api semangat untuk memacu usaha apabila mulai tertinggal atau mengendor.

5. Selalu Diingat dan Dibaca Berkala

Resolusi bukanlah sejenis karya yang seusai ditulis lalu disimpan dalam laci untuk dibuka setahun kemudian. Resolusi haruslah selalu diingat, dibaca berulang-ulang secara berkala. Berkreasilah secara kreatif, misalnya dengan membuat “poster resolusi” untuk Anda tempelkan di kamar atau ruang kerja. Atau, berupa kartu-kartu yang masing-masing memuat target utama dan target-target ikutan yang terkait. Masih banyak ide kreatif lainnya yang intinya berfungsi sebagai pengingat dan alat “kampanye” bagi diri Anda sendiri untuk terus membara dan konsisten dalam mewujudkannya.

6. Tidak Haram untuk Diperbarui

Dalam proses membaca berulang-ulang dan melakukan evaluasi, resolusi yang sudah Anda buat tidaklah haram untuk di-revisi. Target yang terlampau tinggi, bisa disesuaikan ulang. Target yang mudah dicapai, bisa ditingkatkan melebihi rencana awal. Dengan demikian, semua poin resolusi Anda menjadi “hidup” dan optimal.

Apabila semua hal di atas telah Anda upayakan, yakinlah betapa enak menikmati hidup yang terencana. Anda akan segera menyadari betapa banyak yang bisa Anda perbuat daripada sekadar berwacana untuk hidup lebih sukses. Seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air yang melepaskan dahaganya agar bertumbuh, Anda akan mengalami hidup yang berbuah lebat. Menghasilkan hal-hal yang mungkin bahkan Anda sendiri terkejut dibuatnya.

Diri Anda yang lebih baik dan berbuat hal-hal positif yang lebih banyak, akan membawa dampak bagi Anda, keluarga, masyarakat, dan pada akhirnya bagi bangsa. Dengarlah kata Nelson Mandela, “We must use time wisely and forever realize that the time is always ripe to do right.” Atau, seperti kata Michael LeBoeuf, “Waste your money and you’re only out of money, but waste your time and you’ve lost a part of your life.

Mari membuat resolusi dalam menyongsong tahun 2014, agar hidup Anda lebih efektif dan berbuah lebat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: