Tahun Ricuh Politik yang Bikin Galau

yuddyBenar kata orang-orang bahwa tahun 2014 adalah tahun politik. Namun tafsir atas pernyataan ini mungkin di luar dugaan banyak orang awam seperti saya.  Orang awam seperti saya memaknainya sebagai tahun diselenggarakannya aktivitas pemilu, mulai dari Pileg, Pilpres, sampai pelantikan presiden baru dan pembentukan kabinet.

Namun, seperti bila Anda salah masuk restoran dan mendapati hidangan yang tak sesuai harapan, demikianlah sajian menu bertajuk “tahun politik”. Yang terhidang adalah ricuh politik, yang diparadekan kaum elit dengan memobilisasi segala daya upaya. Di tengah bujuk rayu agar golput menurun, perang beramunisi puisi merebak. Semua orang berbicara dengan akun-akun dadakan tak jelas di media sosial. Masa Pileg yang seharusnya sebagai kesempatan untuk menerawang caleg-caleg, berubah menjadi hiruk-pikuk Pilpres.

Dan, lihatlah, berakhirnya Pileg, tidak juga meredakan suasana. Malah menjadi kesempatan untuk melakukan konsolidasi dan menyusun strategi baru, utamanya kampanye menyerang personal yang kentara sekali lebay-nya. Kondisi ini membuat banyak orang dilanda galau. Tidak tanggung-tanggung, salah seorang yang turut dibuat galau adalah Dr. Yuddy Chrisnandi. Siapakah dia?

Yuddy Chrisnandi adalah doktor politik lulusan UI yang pernah menjadi anggota DPR RI periode 2004-2009 dan sempat mencalon diri menjadi Capres Independen pada pemilu 2009-2014. Sebelum bergabung dengan Partai Hanura, ia berkiprah di Partai Golkar. Di Hanura, ia sempat menjabat Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) sebelum digantikan oleh Hary Tanoesoedibjo.

Konsultan, komisaris di beberapa perusahaan, dan Bapak dosen ini memilih media Twitter, @yuddychrisnandi dengan 67.7K follower, untuk menuangkan kegalauannya pada Selasa (15/4) malam. Berikut tweet beliau:

‏@yuddychrisnandi:
Kadang sy bingung, ada org ga kenal,di medsos, tiba2 sewot, marah2, jelek2an org, menyerang, mendegradasi…sakit jiwa kali org itu..

@yuddychrisnandi:
Ada org yg kenalpun tidak dg Jokowi, tahu pun tidak, pernah bermasalahpun tidak. Tiba2 menyerang Jokowi, menjelek2an..buat sy itu aneh.

@yuddychrisnandi:
Jokowi memang bukan pemimpin yg paripurna. Tidak sepandai para Profesor. Tdk sehebat Bung Karno. Tapi rakyat merindukannya. Mari Legowo.

@yuddychrisnandi:
Tidak ada ruginya jika kita ikuti kehenda rakyat. Bantu Pemimpin yg diinginkan rakyat. Di posisi apapun kita, bisa turut berperan serta.

@yuddychrisnandi:
Indonesia memerlukan banyak Negarawan, para pemimpin yg berpikir dan berbuat tanpa sekat partisan. Melihat masalah dg jernih dan bijaksana

‏@yuddychrisnandi:
Semua Capres tdk ada yg buruk. Tidak ada juga yg sempurna. Semua terpanggil demi bangsa. Mari kita hargai keterpanggilannya.

‏@yuddychrisnandi:
Bang Ical, Pak Prabowo dan Mas Jokowi, adalah putra Terbaik Indonesia di Era ini. Mari kita hormati bersama, beri kesempatan yg sama.

@yuddychrisnandi:
Kematangan Demokrasi adalah kesabaran utk menahan diri tidak saling mencaci. Berikan apresiasi. Jgn selalu mencari kelemahan.

@yuddychrisnandi:
Kepada siapapun dukungan kita berikan utk Capres RI, inilah demokrasi, tdk perlu membenci dan mencaci maki. Belajar hargai Demokrasi.

Rangkaian tweet tersebut kemudian ia akhiri dengan imbaun, “Mari kita bantu para Capres utk Indonesia. Siapapun pilihan kita. Jgn sekedar menjadi “penjaga” atau “penyerang” bayaran di Medsos”. Setelah itu, ia pun menuliskan tweet pamit:

@yuddychrisnandi:
Sekian, santapan rohani malam ini. Selamat malam, selamat beristirahat. Lupakan pileg, sdh usai, sambut Pilpres utk kemajuan RI.Gut nait.

Advertisements

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: