Menikmati Puding Hangat Sarie Febriane

IMG-20141117-WA010Pembaca yang menemukan bacaan bergizi, ibarat sepasukan kuda liar menemukan padang sabana untuk menari. Derap kaki hewan-hewan perkasa itu, terasa berdepakan di dalam dada. Atau, dalam ungkapan yang terdengar lebih romantis, cinta terkadang tak butuh waktu lama untuk menemukan tambatan; ia luruh di pandangan pertama. Nah, di hari Minggu siang kemarin (16/11), saat membacaKompas, saya terpikat pada sebuah tulisan di rubrik Santap. Hati saya luruh sejak judul dan paragraf pembuka.

Menulis artikel bertemakan kuliner atau wisata/traveling, bukanlah pekerjaan mudah. Anda bisa saja mendapat sponsor dengan dana triliunan tanpa batas untuk digunakan berkeliling dunia, tetapi pulang sebagai seorang gadis berpakaian minim karena kehabisan kain bernama “kata-kata” untuk membagikan kisah yang Anda alami dalam perjalanan mahal tersebut kepada orang lain, dalam konteks ini pembaca. | Selengkapnya

Advertisements

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: