Archive for December, 2014

Menularkan “Api” yang Tak Kunjung Padam

December 23, 2014

IMG-20141214-04195Never stop. Never stop fighting. Never stop dreaming.
—Tom Hiddleston

Bagi sebagian orang, kata “pensiun” amatlah menggetarkan. Satu babak dalam hidup yang membutuhkan energi spesial untuk melewatinya—meskipun kita bisa mengganti kata tersebut dengan nama lain misalnya “purna tugas”, “purna bakti”, atau “usia emas”. Dari sebuah kedudukan dan berkantor, menjadi orang rumahan; dari posisi dibutuhkan dan dihormati banyak orang, menjadi pribadi yang “bukan siapa-siapa” lagi. Ini biasanya disertai spirit hidup yang mengendur.

(more…)

Advertisements

Membenahi Gagal Paham Soal Green Building

December 22, 2014

IMG-20141219-04389Secara sporadis dalam pemberitaan media massa, tentu kita pernah mendengar tentang “Green Building”. Dua kata ini terserak di antara sejumlah istilah lain seperti “Global Warming”, “Rumah Kaca”, “Gerakan Hijau”, “Ramah Lingkungan”, “Hemat Energi”, dan sejenisnya. Namun sajian yang serba sepintas dan kurang informatif bagi orang awam atau orang yang belum peduli akan hal ini, membuat kita sering kali gagal paham soal yang satu ini.

Semula saya menduga “Green Building” itu identik dengan gedung yang didominasi oleh cat berwarna hijau. Dasar pemikirannya sederhana, pada saat duduk dibangku SMP guru saya pernah menyampaikan bahwa memandang yang hijau-hijau itu bagus untuk kesehatan mata. Ketika saya lebih tahu, saya mengira “Green Building” itu identik dengan bangunan yang memiliki area taman yang luas, tanamannya banyak dan rimbun, sudut-sudut bangunan dipenuhi oleh pot-pot yang ditanami tanaman hias, atap gedung ditanami rumput serta perdu yang menjulur turun. | Selengkapnya

Mengulik Kisah Pasar “Pecinan” Patuk

December 18, 2014

IMG-20141203-03986Gerimis pertama hampir jatuh saat saya tiba di Pasar Patuk. Saya menghampirinya dari arah Selatan melalui Jalan Bhayangkara, dan berhenti di bibir Jalan Beskalan. Marak lalu lalang orang-orang di bawah langit mendung kota Yogyakarta segera menghiasi pelupuk mata saya.

Menyandang nama “Patuk”—kerap  juga ditulis “Pathuk” dan sesekali “Patok”—pasar rakyat ini di masa kini memang kalah populer bila dibandingkan dengan ketenaran penganan khas buah tangan bernama Bakpia Patuk. Mungkin karena Pasar Patuk adalah pasar dalam arti sesungguhnya, tempat para pedagang berjualan kebutuhan “dapur” sesehari, bukan destinasi wisata/turis. | Selengkapnya

Sekali Menebar Langkah, Seribu Makna Terlampaui

December 16, 2014

IMG-20141016-03567Suara decit pertama kaki kereta Sancaka mengakhiri keraguan saya. Plan B tak selalu lebih jelek, maka saya pun tiba pada keputusan untuk berjalan kaki—bukan duduk tenang di dalam yang sejuk taksi untuk mencapai tujuan. Menyanggong ransel, saya berdiri dalam antrean untuk menapaki koridor Stasiun Gubeng. Seorang diri, saya menyeruak dari arus besar yang mengalir ke arah pintu keluar utama di sisi Jalan Gubeng Masjid. Sebaliknya, saya berbelok ke kanan,  melintasi beberapa rel, dan menyusup di pintu bertuliskan KELUAR. Dahulu, inilah sisi utama Stasiun Gubeng—lebih dekat ke arah pusat kota.

(more…)

Adu Akal Bergerak Si Raja Duduk

December 15, 2014

IMG-20141215-04200“Nenek saya seorang pembohong.” Pengakuan ini saya tuliskan di sini dengan perasaan lapang. Semasa kami, cucu-cucu dari putra sulung beliau, masih kanak-kanak, nenek pernah bercerita bahwa ia tak pernah mengenyam bangku sekolah. Lahir dan besar di keluarga tradisional yang miskin, bersekolah adalah kegiatan kaum elite di perkotaan yang anak-anaknya “cukup” menganggur untuk dikirim ke bangku sekolah. | Selengkapnya

Sowan Terakhir ke Karta Pustaka

December 4, 2014

01Langit kota Yogyakarta yang murung, jadi kanvas yang membingkai kesedihan saya hari ini. Headline harian Kompas mengabarkan bahwa Karta Pustaka resmi ditutup. Buku-buku koleksinya, sedang dijual kepada masyarakat umum yang berminat hingga Minggu, 6 Desember 2014.

Di manakah Karta Pustaka sekarang? Saat awal memasuki kota Yogyakarta, saya menandainya berlokasi di Jalan Suroto, sebuah jalan yang bernilai tinggi di kawasan yang dikenal dengan sebutan Kota Baru. Saya pernah mencari buku di perpustakaan ini. Lalu, saya mengenali kepindahannya sebanyak dua kali, tak jauh dari tempat semula, sebelum menepi ke Jalan Bintaran Tengah. | Selengkapnya

Dongeng Tentang Waktu

December 3, 2014

stock-photo-42385844-businesswoman-announcing-an-orderDi negeri Tiongkok, hidup sebuah dongeng yang diceritakan dari generasi ke generasi. Sebuah dongeng tentang waktu. Kisah yang pernah saya dengar di masa lampau dan menjadi salah satu kisah yang turut mengubah (sikap) hidup saya. Kini dan di sini, izinkan saya mendongengkan ulang untuk Anda.

* * *

Alkisah, “Waktu” adalah perempuan jelita, salah satu dewi yang sangat berpengaruh pada masa dewa-dewi masih memerintah. Parasnya elok nan rupawan, meruntuhkan hati para lelaki dan mendatangkan decak kagum kaum perempuan. Tutur katanya manis dan lembut, memesona setiap insan yang menjumpainya. | Selengkapnya