Mengulik Kisah Pasar “Pecinan” Patuk

IMG-20141203-03986Gerimis pertama hampir jatuh saat saya tiba di Pasar Patuk. Saya menghampirinya dari arah Selatan melalui Jalan Bhayangkara, dan berhenti di bibir Jalan Beskalan. Marak lalu lalang orang-orang di bawah langit mendung kota Yogyakarta segera menghiasi pelupuk mata saya.

Menyandang nama “Patuk”—kerap  juga ditulis “Pathuk” dan sesekali “Patok”—pasar rakyat ini di masa kini memang kalah populer bila dibandingkan dengan ketenaran penganan khas buah tangan bernama Bakpia Patuk. Mungkin karena Pasar Patuk adalah pasar dalam arti sesungguhnya, tempat para pedagang berjualan kebutuhan “dapur” sesehari, bukan destinasi wisata/turis. | Selengkapnya

Advertisements

One Response to “Mengulik Kisah Pasar “Pecinan” Patuk”

  1. service ac ,kulkas ,mesin cuci Jakarta Selatan Says:

    Jdi pngn ke jogja…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: