Nenek Bodoh Ber-“Local Wisdom” di Meja Makan

20150121_162445“Nenek saya seorang pembohong.” Ini kali kedua saya menuliskan pengakuan melalui kalimat ini. Kembali saya tuliskan di sini dengan perasaan tulus dan tarikan napas lapang. Semasa kecil, saat kami kumpul bersama-sama tante-tante, Nenek becerita bahwa ia orang bodoh yang tak pernah duduk di bangku sekolah. Saya tidak membantah, bukan karena pencitraan sebagai cucu yang baik. Karena percaya atas ucapannya. Dasarnya sederhana saja. Ayah saya saja, sebagai putra sulung beliau, hanya bersekolah sampai kelas tiga Sekolah Rakyat (SR, kini kita mengenal dengan sebutan Sekolah Dasar). Kurang yakin apa bila dalam kehidupan sehari-hari, Nenek saya tidak bisa menulis. | Selengkapnya

Advertisements

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: