Rumah Ramah Bersahabat dengan Air

01---DepanHai Air, perkenalkan namaku Banyu. Tahu enggak, waktu kecil aku takut padamu, terutama saat kau dan teman-temanmu datang beriring guruh dan guntur di malam hari. Pada masa itu, listrik belum tersedia dan atap rumah kami terbuat dari seng yang selalu hiruk-pikuk menyambut kedatanganmu. Angin yang berembus membuat pijar api pada sumbu lampu templek di kamar turut bergoyang-goyang, memantulkan bayang-bayang hitam yang semakin seram kulihat dari balik kelambu yang mengelilingi ranjang untuk melindungi kami dari gigitan nyamuk. Aku memeluk erat guling, menutup telinga dengan bantal, dan meringkuk dengan debar jantung kencang yang kadang disertai keringat dingin sebelum tertidur karena kelelahan. | Selengkapnya

Advertisements

Tags: , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: