Seribu Kunang-kunang di Balikpapan

00Di kanvas berwarna hitam, taburan kerlip cahaya memenuhi bumi Balikpapan. Saya melongokkan kepala, berusaha mendekatkan diri dengan batas seseorang yang duduk di urutan A, melayangkan pandangan melewati jendela oval Garuda Indonesia CRJ 1000 NextGen. Pesawat terasa bergerak perlahan, lalu kia cepat dan rendah. Memperlihatkan batas laut dan perbukitan yang menyala bak kunang-kunang.

Di malam yang merangkak ke pukul 22.00 waktu setempat, tiba-tiba saya teringat pada cerpen Umar Kayam, “Seribu Kunang-Kunang di Manhattan”. Terbayang adegan “Marno dengan segelas scotch dan Jane dengan segelas martini.” Kedua tokoh rekaan sastrawan dan budayawan dari UGM ini sedang bercakap dengan setting kota New York dan penggalan dialog fenomenal yang amat dikenali pembaca: “Bulan itu ungu, Marno.” | Selengkapnya

Advertisements

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: