Archive for the ‘kuliner’ Category

Lalampa, Lemper Bakar a la Manado

September 27, 2017

Lalampa-Jelajah-Gizi

Indonesia adalah negeri yang kaya akan kudapan. Memuliakan kekhasan pangan lokal, menjadikan negeri Sabang-Merauke ini negeri terbaik untuk membuat lidah berdecak. Kue Limpeng Aceh, Kue Kakicak Banjarmasin, hingga Kue Lontar Papua hanyalah beberapa nama sebagai contoh.

Menginjakkan kaki di tanah Sulawesi Utara, janganlah kiranya Anda lalai menyantap Lalampa, sejenis Lemper yang eksotis karena menjalani proses bakar. Lalampa berisikan ikan cakalang/tongkol dalam kepalan beras ketan. Lalu, dibal … | Selanjutnya – #JelajahGizi

Advertisements

Pesta Rasa dengan Sushi Crispy dan Ocha Freeze

August 23, 2017

00---Header

Siang baru mulai tiba saat saya melangkah masuk. Menebar pandang untuk memilih duduk, tampak tiga banjar meja berurut. Seorang lelaki duduk anteng di sisi kiri, memberi saya alasan untuk membawa diri ke banjar kanan. Sebuah meja kecil ditemani dua kursi yang saling berhadapan—ketiganya bersisian erat ke dinding resto.

“Ohayou Gozaimasu ….” Samar, saya menangkap semacam kalimat itu diucapkan agak tak kompak dari dua suara perempuan di ujung jauh yang keberadaannya tak terlihat penuh oleh ekor mata saya. Setelah mendud … | Selengkapnya

Unboxing Zuper Krunch: Cara Lain Santap Ayam Bonus Kriuk

June 6, 2017

00 Header

Siang telah merangkak tinggi saat saya tiba di KFC UGM, Yogyakarta. Saya melirik sisi kanan antrean dan menjumpai poster bertuliskan Zuper Krunch. Dengan ekor mata, saya membaca. “Kriuknya Berasa Banget!” “Daging Ayam Utuh 100% Super Zauce” “Harga Mulai Rp20.000”. [Mengapa diperlukan pernyataan “Harga Mulai Rp20.000″? Sebab pada setiap cabang, dalam maupun luar kota, harga Zuper Krunch berbeda-beda.]

Aha! Sebelum tiba giliran dalam antrean, pilihan saya sudah berlabuh di menu ini. Yup, saya butuh menu nanggung. Bukan untuk makan siang yang telah lewat, tapi berfungsi mengganjel karena makan malam nanti saya duga akan larut dalam acara yang akan saya hadiri sebentar lagi.

“Silakan…” Perempuan berseragam di depan saya menyambut hangat, dengan lengkung senyum yang menyegarkan. Rachma, demikian nama yang terbaca di name tag khas KFC, menjawab pertanyaan saya. “Zuper Krunch itu, burger. Tertulis ‘Harga Mulai Rp20.000’ karena bisa dibeli hanya burgernya. Kami juga menyediakan paket, burger plus french fries dan minuman dengan harga Rp32.000.” | Selengkapnya

Simsalabim Clitoria Ternatea! Bunga Telang pun Jadi Mocktail untuk Takjil

May 31, 2017

004b

Suatu kali kutemukan
Bunga di tepi jalan
Siapa yang menanamnya
Tak seorang pun mengira

Bunga di tepi jalan
Alangkah indahnya
Oh kasihan kan kupetik
Seb’lum layu

~Koes Plus

Segala sesuatu ada waktunya. Semesta kerap mengatur sedemikian elok, sehingga kuliner pun membentuk pola, perilaku, dan habitat yang khas. Konvensi tanpa kongres ini menjadi laku umum, meskipun tak selalu begitu, terutama saat kuliner telah riuh menjadi bukan sekadar memenuhi perut keroncongan.

Sate Klatak di Yogyakarta misalnya, berkonotasi santapan malam dan terletak di Selatan kota. Tak urung, banyak yang taat asas. Namun, tidak demikian dengan warung sate bernama Nglathak ini. Oleh pemiliknya, ia digeser buka sejak siang dan diletakkan sebagai santapan di “tengah kota”. Sumbu peta ini XXX memberi tahu kita bahwa ia masuk dalam pusaran kampus … | Selengkapnya

Semalam di Phuket, Antara Tom Yam dan Singkong Thailand

January 11, 2017

sharonang

Sawasdi khap/kha!

Ada banyak kuliner Thailand yang favorit dan memikat lidah sang penyantap lahap dari berbagai negeri. Sebut saja Pad Thai, mi bersanding tauge yang ditingkahi perca telur dan berhias lengkung udang. Bagi penyuka nasi goreng, mungkin akan melirik Khao Pad Poo. Semerbak bunga melati yang meruak di antara butir nasi ini, dimanjakan perasan jeruk nipis dan saus ikan khas Thailand. Di pengujung santap, tak salah bila memilih Kha Niew Ma Muang. Dessert ketan ini disajikan bersisian potongan mangga segar dan krim santan manis. Yummy!

Namun, di antara rentang menu yang menjadi favorit Anda atau bukan, saya pasti akan mengapitnya dengan Tom Yam dan Singkong ala Thai. Saya hampir sepenuhnya yakin, Tom Yam akan selalu naik podium juara dan merebut tempat istimewa di meja makan. Sup khas Negeri Gajah Putih dengan cita rasa asam-manis-pedas ini ibarat “Duta Besar” Thai Food yang berpendar ke berbagai pelosok dunia. Kekayaan rasa yang diusungnya, memeriahkan lidah seperti anak-anak girang meneriakkan, “Om Telolet Om!”

(more…)

Pesta Ikan Deho di Tepi Jalan Pesisir Teluk Buyat

November 6, 2016

0001

Surga tak selalu berada di bawah telapak kaki ibu. Meskipun Muchsin Alatas menyanyikan lagu ini dengan penuh perasaan dan mengalirkan liriknya dari setiap denyut jantung, saya tetap ingin memejamkan mata dan meresapi fakta bahwa di tanah Minahasa, surga itu ada di sekeliling lidah—indra pengecap kita.

Racikan rempah yang melahirkan beragam citarasa, membuat apa pun yang disergap oleh bumbu masak khas Minahasa, akan melambungkan cecap kita hingga mata binar dan bibir semringah. Ya, apa pun. Maka, tak terbantahkan bahwa di tanah Nyiur Melambai itu, terentang santapan yang menggiurkan sejak dari kuliner “santun” hingga olahan masakan “ekstrem”.

Jika fakta itu adalah “Romeo”, maka kekayaan hasil laut yang melimpah adalah “Juliet” yang berpadu menghadirkan Minahasa sebagai tanah surga untuk merayakan pesta bagi lidah kita. Beragam jenis olahan khas dari pucuk utara pulau Sulawesi ini telah merasuk hingga ke singgasana tertinggi pilihan rasa warga di tanah air dan diaspora Indonesia.

(more…)

Sisi Lain Kuliner: Hokben Restoran Halal

June 13, 2016

0 - AASaya mengenal Hokben sebelum restoran siap saji ini membuka gerai di Yogyakarta, dan tentu saja sebelum mengubah nama (rebranding) dari Hoka-Hoka Bento menjadi Hokben, dan kini dikenal juga sebagai Hokben Restoran Halal. Cepat saji dan beragam menu menjadi pertimbangan utama terutama kala saya mengalami keterbatasan waktu saat menunaikan tugas di luar kota.

Tanpa mengenal siapa pemiliknya, saya kemudian dibuat respek saat seseorang mengontak saya dan menyampaikan permohonan informasi. Saat itu (2006) Yogyakarta baru saja diguncang gempa bumi tektonik kuat 5,9 Skala Richter. Seorang teman memberi tahu saya bahwa Hokben akan mengirimkan bantuan melalui jalur darat untuk wilayah Yogyakarta dan Solo. Saya dimintai rekomendasi ke mana sebaiknya bantuan Hokben ini disalurkan.

(more…)