Archive for the ‘nulis’ Category

Indi, Pengarang Novel Best Seller, Mengajak Anda Menulis

January 15, 2017

ang-tek-khun-00

Saya menemukan nama Indi, untuk pertama kalinya, tercantum di sampul sebuah buku fiksi berukuran mungil dengan desain cover unik. Buku ini tidak ramai dalam riuh perbincangan, demikian juga nama Indi bukanlah bintang percakapan di planet pengarang. Idem dito penerbit buku ini, Homerian, bukanlah penerbit yang mendapat lampu sorot di dunia perbukuan. Homerian lebih dikenal sebagai, saya sebut saja “balai baca” sederhana, yang di halamannya digunakan pihak lain berjualan Lotek, sejenis makanan terkenal, tempat saya kerap mampir di Yogyakarta.

Novel tipis dan sederhana itu, Waktu Aku Sama Mika, kelak melejit menjadi buku best seller yang mengalami cetak ulang belasan kali. Dari layar kertas, novel ini kemudian diangkat ke layar lebar oleh sutradara Lasja Fauzia Susatyo dengan judul Mika, yang rilis pada Januari 2013 dan dibintangi oleh Vino G Bastian dan Velove Vexia. Film ini, tak kalah dengan novelnya, turut menyedot perhatian banyak penonton dan sempat diputar di IFF Melbourne Australia. Sinopsis Waktu Aku Sama Mika dapat Anda baca di laman Wikipedia ini. | Selengkapnya

Advertisements

Merawat Jiwa Agar Semakin Bercahaya

September 19, 2016

00

Kehidupan bukan teka-teki untuk dipecahkan, melainkan serangkaian senyuman untuk dibagikan
—Gede Prama

Hidup ini tampak melelahkan. Dibayangi kesia-siaan. Dan garing. Bahkan sebelum kita menempuhnya terlalu jauh. Itulah cahaya pandang bila bersandar pada bahu mitologi Yunani. Tugas manusia dalam kehidupan di muka bumi ini, tak lebih dari menunaikan serangkaian babak. Diawali Zaman Emas, diakhiri Zaman Besi. Dari kehidupan yang diwarnai gelak kebahagiaan, lalu memudar dalam tahapan selanjutnya. Saya membacanya di sini [Wikibuku], dengan tarikan napas panjang.

Pada Zaman Emas, manusia hidup bersama para dewa. Tak perlu bekerja keras, semua melimpah. Lalu tiba Zaman Perak, Zeus berkuasa dan dia membawa derita. Manusia harus berkeringat untuk mendapatkan sesuap nasi … | Selengkapnya

Kwatrin Merah Dadu

September 14, 2016

little-girl-1082133_1920

I
Seorang gadis kecil berkuncir
Tersipu mengibas rambut jenjang
Mata lentiknya mengirim sihir
Memacu detak jantung kian senjang

II
Semburat mentari melukis terbata
Pada wajahnya yang semu dalam sipu
Saat kami bersilang lirik mata
Lalu tertunduk meremas kancing baju

Selengkapnya >

My Newmont Days | Hari-hari Bersama Newmont

March 10, 2016

03My Newmont Days (Hari-hari Bersama Newmont) adalah seri tulisan mengenai pengalaman (pribadi) mengikuti Newmont Bootcamp Batch V di PT Newmont Nusa Tenggara. Judul-judul baru akan terus di-update hingga utuh dan menjadi draf buku untuk diterbitkan secara PoD dan dalam format e-book agar pengalaman yang berharga ini terbagikan kepada siapa saja yang berminat membacanya, sekaligus semacam sumber informasi untuk peserta Newmont Bootcamp Batch VI.

Daftar sementara:

 

Sepotong Senja di Odori Park

October 2, 2015

valentines-day-624440_1280Sisa angin dingin bulan April mendekap kami. Cukup erat untuk membuat telapak tanganku sibuk saling mengusap. Kemilau cahaya Sapporo TV Tower tak mampu memberi kehangatan. Hari bergerak kian jauh. Odori Park telah menyongsong malam, dan hati kami pun menjelang beku.

Aku hampir tergelak saat Kimiko menyatukan kedua telapak tangan dan membawanya ke dada. | Selengkapnya

Nightmare at Dayatland

September 10, 2015

aaaMalam Jumat belum juga pergi ketika seekor tokek memekik lirih dari atap rumah. Suaranya merepet serak dipanjang-panjangi karena ia tahu sekelompok anak muda mabok di teras sedang berjudi genap-ganjil memanfaatkan byar-pet suaranya. Dari kejauhan, perlahan melengking suara anjing ditimpuk traktor, mengaing-ngaing pedih bagai letih suara gitar dicabik-cabik para jomblo di pos hansip kala malam minggu … | Selengkapnya

Negeri Ibu

August 18, 2015

hapusketika aku pergi, menjejakkan kaki
ribuan mil di negeri rantau
tak ada ruang di detak jantung segetar
tempat bersemayam jejak untuk pulang

sepatu lars yang kukenakan tak sempat
mengenal beringas langkah dalam menapak
hingga tiba ia menempuh jalan pulang

Selengkapnya