Posts Tagged ‘Kompasiana’

Gelombang K-pop Menyihir Presiden Jokowi hingga Fans Jonghyun SHINee

December 21, 2017

00

Jonghyun mengakhiri hidupnya, dan gelombang kesedihan kemudian melanda kalangan pencinta K-pop di dalam negeri maupun mancanegara. Tangis kehilangan bukan hanya milik keluarga atau kerabat si bintang itu semata, tetapi turut terbagi ke seluruh fans penyanyi utama dari SHINee, grup K-pop terkenal ini.

K-pop (Korean Pop) telah melanda dunia, tak seorang pun dapat memungkirinya. Korean Wafe yang semula hanya tampak menggumpal, kemudian meledak dan menerjang dunia. Tidak hanya di Indonesia dan negara-negara Asia lainnya, pun telah menyusup ke berbagai negara, termasuk Amerika Serikat. Tak pelak, industri K-pop ini lalu terkonsolidasi menjadi salah satu sumber devisa terbesar Korea Selatan.

Presiden Jokowi yang fans berat Superman Is Dead!, Guns N Roses, dan Metallica tak menghindar untuk menonton konser K-pop, baik di Indonesia saat menem… | Selengkapnya

Advertisements

Tak Semua Kacang Lupa akan Kulitnya

November 20, 2017

0---Header

Yang terberat dalam setangkup pergulatan hidup saya bukanlah membuka akun dan mulai menulis di Kompasiana. Bukan pula upaya meredam emosi tinggi karena rewel mesin Kompasiana kerap menguapkan semangat dan membubarkan ide-ide untuk menulis blog. Yang tersulit untuk saya lalui bukanlah itu, melainkan kegagalan, berulang-ulang, untuk meninggalkannya.

Di derap minggu yang baru saja berlalu, sebagai misal, saya dihempas dan tiba di tubir keputusan untuk membuka akun di sebuah platform prospektif relatif baru yang memadukan konten news dan blog kuratif. Namun, lagi-lagi, untuk kesekian kalinya, saya kembali terpekur gagal. Memilih terdiam, dan tidak melanjutkan klak-klik untuk Sign up.

15 Agustus 2013 adalah titimangsa akun ini. Namun sejatinya, ini bukanlah akun pertama saya di Kompasiana. Beberapa hari ini saya mencoba membidak akun lawas saya di sini dan mencoba melakukan beberapa upaya pemulihan. Menempuh beberapa upaya ke satu-dua pihak. Namun saya harus berbesar hati dan membiarkan akun www.kompasiana.com/angtekkhun berlalu dar… | Selanjutnya

Belajar Menulis Review dari Kompas Klasika Ini

September 13, 2016

04

Saya tidak punya kemampuan yang baik dalam mengulas (review) produk/brand. Kerap kali, saya kehabisan akal untuk menghidupkan benda-benda mati semacam ini. Itu sebabnya saat berjumpa dengan Riana Dewie (salah seorang pengelola KJOG—Komunitas Kompasianer Jogjakarta), saya suka merajuk minta diajari olehnya.

Riana Dewie, sebagaimana kita ketahui, hampir selalu menjadi pelanggan dalam kompetisi mengulas produk—sepeda motor, museum, hingga yang paling sering: Smartphone. Ia sudah melalang hingga ke Negeri Singa untuk menghadiri peluncuran sebuah (merek) smartphone yang dibarengi dolan-dolan cuci mata (city tour), sebagai ganjaran atas prestasinya mengulas smartphone tersebut di Kompasiana … | Selengkapnya

Surat Kepada Desy Desol & Fiksiana

November 1, 2015

aaaaWaktu bergerak dan bergulir tergesa, namun bayang-bayang keharusan bagiku untuk membayar utang padamu tak lelah mengejar. Hari-hari sebelum aku menyeberang ke negeri tetangga, kau menyapa, mengajak, mempersuasif bahkan menonjokku untuk mengikuti even “Menulis Surat” Fiksiana. Dan kau gagal. Aku cukup tegar tengkuk untuk menolak. Alasan bahwa aku tak punya subjek untuk ditulis, kau tolak mentah-mentah. Padahal, aku mengungkapkannya dengan jujur. | Selengkapnya

Menggagas Kiprah Komunitas Kompasianer Yogyakarta

October 18, 2015

20151005_112855Jika ada kota yang denyut jantungnya berdetak kencang dipompa oleh energi warga nan tak kunjung padam, itulah Yogyakarta. Orang-orang yang tidak pernah jatuh cinta pada kota ini tidak akan memiliki jejak langkah menuju rahasia ini, dan alhasil tidak akan pernah mengenali sebab-musababnya. Hari-hari ini ada begitu banyak kritik dan otokritik untuk kota ini yang abai merawat dirinya saat telah memasuki usia ke-259 pada 7 Oktober lalu.

“Yogya itu….” Jika Anda mencari jawaban untuk pertanyaan ini, tak akan pernah seluruh buku tulis dikumpulkan mampu menampungnya. Yogya memiliki seribu wajah romantisisme yang tak akan pernah dangkal untuk ditebus. Yogya memiliki seribu wajah kisah yang tak akan pernah kering untuk dituturkan. Dan yang sungguh “berbahaya”, Yogya selalu menyisipkan rindu dan memanggil “kekasih”nya untuk pulang. Dan pulang ke Yogyakarta, kata Katon Bagaskara, selalu mencuatkan “setangkup haru dalam rindu”. | Selengkapnya

Berkunjung ke Kompasiana Versi Beta

May 26, 2015

00Kompasiana baru (versi Beta) telah tersedia dan terbuka untuk dijelajahi oleh Kompasianer. Sesuai undangan Admin, saya melakukan kunjungan singkat ke (calon) rumah baru Kompasianer ini. Kesan pertama? Tentu saja tertuju pada tampilannya yang berbeda signifikan dari penampakannya selama lima tahun terakhir ini. Wajahnya bersih dan sederhana, sebagaimana diinformasikan sejak awal oleh Admin. Kepala-Halaman (Header)-nya pun jauh lebih ringkas dan efisien—tak kalah sederhana. | Selengkapnya