Ketika Woles Bagi Moyes Harus Berakhir

Manchester-United-v-Liverpool-David-Moyes-woe_3102609Dua tweet mengakhiri segalanya: Selamat jalan Moyes. Para pemangku kepentingan di salah satu klub terbesar dunia itu akhirnya kehabisan kesabaran dan mengucapkan selamat berpisah. Ryan Giggs akan mengambil alih kepelatihan hingga musim ini berakhir, sambil menantikan hadirnya manager baru. Sementara itu, staf pelatih bawaan Moyes, Steve Round, Phil Neville, Jimmy Lumsden dan Chris Woods diperkirakan tak akan bernasib lebih baik.

Akun twitter @unitedarmyfc mencatat ironi yang jatuh pada tanggal ini. Pada 22 April 2012, David Moyes dengan pasukan Everton berhasil menghambat laju Manchester United (MU) untuk menjangkau gelar juara dengan menahan imbang 4-4. Namun, setahun kemudian, pada tanggal yang sama, hattrick RvP membawa gempita riang karena MU memastikan gelar ke-20. Dan kini, masih pada tanggal yang sama, Moyes sebagai pelatih MU mendapat kabar duka.

MU bukanlah tipe klub yang mudah memecat manager. Sepanjang sejarah panjang klub ini, Moyes adalah pelatih ketiga yang dipecat setelah Frank O’Farrell dan Ron Atkinson. Namun, tampaknya persediaan kesabaran di kubu Merah telah menipis, lalu lenyap. Terutama saat kekecewaan mengental hingga ketataran pemain dan fans, terutama  usai menghadapi kenyataan pahit dikalahkan oleh Everton untuk kedua kalinya dalam musim ini.

Maka, kedatangan Chief Executive Ed Woodward di Carrington, markas latihan MU di pagi hari tadi, menjadi pertemuan yang tak akan terlupakan dalam hidup Moyes. Woodward menyampaikan sendiri kabar ini kepada Moyes. Sementara Moyes, tampaknya sudah menyiapkan hati untuk menghadapi hari ini. Tempo.co mengutip Daily Mail menginformasikan bahwa Moyes meliburkan latihan, bahkan malam sebelumnya ia sudah menyalami staf di Carrington.

Selama 10 bulan membesut MU, Moyes membawa pasukan merah menjalani 51 pertandingan dengan status 27 kemenangan, 9 imbang, dan 15 kekalahan; dengan persentase kemenangan 52,94%. Secara klasemen, MU terpaku di peringkat ke-7 dengan kehilangan peluang untuk meraih gelar apa pun, bahkan tak lolos untuk bermain di level Champion dan Eropa.

Jim White dari The Telegraph mencatat tiga kesalahan Moyes. Pertama dan yang paling fatal, pada awal berkuasa Moyes “membuang” semua asisten pelatih Sir Alex Fergusson. Padahal mereka sudah bertahun-tahun di sana dan sangat tahu bagaimana MU “bekerja” serta mengenal setiap karakter pemain. Kedua, Moyes tidak membeli pemain bintang pada awal musim, kecuali Fellani di menit-menit akhir. Ketiga, Moyes gagal memahami United yang sesungguhnya. Selengkapnya bisa Anda tonton di sini.

Namun, perdebatan masih bisa berlanjut. Pemecatan yang dialami oleh David Moyes disebut Gary Neville sebagai akibat dari kesalahan yang dilakukan oleh para pemain MU. Para pemain dipandang tidak tampil maksimal. “Para pemain harus mengambil tanggung jawab yang besar. Merekalah yang ada di lapangan. Mereka harus bertanggung jawab, namun di dalam sepakbola Anda tidak bisa memecat 24 pemain,” tutur Neville menurut laporan Daily Star.

The Telegraph juga mencatat sekian banyak nama sebagai calon pengganti Moyes, termasuk nama Sir Alex Ferguson dan Pep Guardiola. Perbincangan mengerucut pada dua nama, Louis van Gaal dan Jurgen Klopp. Namun tak satu pun yang bisa dipastikan hingga secara resmi diumumkan. Yang pasti, ini pekerjaan rumah tersendiri bagi manajemen.

Pada akhirnya, kita hanya bisa mengucapkan, “Selamat jalan David, kali ini Goliat terlalu tangguh untuk ditaklukkan.”

Advertisements

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: