Archive for September, 2016

Seseruan dalam Kumpul Blogger: Selain Selfie, Jangan Lupa Belajar

September 28, 2016

00

Dunia ini datar. Ups, jangan marah dulu. Ini bukan kalimat saya, tapi Thomas L Friedman, melalui judul bukunya The World Is Flat yang membahas tentang globalisasi pada abad ke-21. Kemajuan yang dicapai membuat dunia menjadi hamparan lapangan yang rata bagi siapa saja yang (siap) memasukinya. Kehadiran dan penguasaan akan Teknologi Informasi, menjadi kunci yang tak terelakkan.

Di sinilah keuntungan apabila menjadi blogger. Meski tampak lusuh dan begajulan—eksis narsis berpedang tongsis—blogger kan berada di posisi garda terdepan mengambil bagian dalam penggunaan Teknologi Indonesia (baca: aplikasi media sosial dan pendukung lainnya). Jika tidak, akan terjadi seperti yang pernah diwanti-wantikan oleh Hermawan Kartajaya.

Dalam bukunya New Wave Marketing (GPU, 2008) tokoh marketing yang mendapat julukan Guru ini ngomong bahwa memang Christoper Columbus yang menemukan Dunia Baru (1492) saat mengarungi Samudra Atlantik, tapi Amerigo Vespucci-lah, salah satu di antara pelaut lain yang menelusuri rute ini, orang pertama yang menyatakan bahwa Dunia Baru tersebut bukanlah bagian dari benua Asia—melainkan Amerika! Amerigo bukan-lah si penemu, tapi namanya yang diabadikan menjadi nama benua itu: Amerika!

(more…)

Advertisements

Pasar Yakopan 2016: Antara HUT Bentara Budaya dan Jakob Oetama, dengan Iringan Jazz Mben Senen

September 27, 2016

000

Semalam, seperti berhari-hari lainnya, hujan tak alpa tiba di kota Yogyakarta. Kali ini, turut meningkahi harmoni musik jazz di pojok Jalan Suroto, di kawasan Kotabaru. Pengunjung tak surut hadir, mempersempit halaman yang dihuni kios dan lapak jualan. Pelataran yang tergenang air, dinikmati sebagai bagian dari paket pementasan. Seorang perempuan bule tak berkeberatan menyelamatkan sepatu namun membiarkan kakinya menghuni genangan.

Jazz Mben Senen, demikian nama acara musik jazz rutin saban hari Senen yang biasanya mencabik-cabik langit malam dari pelataran Bentara Budaya Yogyakarta (BBY), kali ini beraroma beda. Ia disusupi kompilasi variatif dan kemeriahan yang memenuhi satu sisi dalam kompleks kantor cabang harian Kompas … | Selengkapnya

Merawat Jiwa Agar Semakin Bercahaya

September 19, 2016

00

Kehidupan bukan teka-teki untuk dipecahkan, melainkan serangkaian senyuman untuk dibagikan
—Gede Prama

Hidup ini tampak melelahkan. Dibayangi kesia-siaan. Dan garing. Bahkan sebelum kita menempuhnya terlalu jauh. Itulah cahaya pandang bila bersandar pada bahu mitologi Yunani. Tugas manusia dalam kehidupan di muka bumi ini, tak lebih dari menunaikan serangkaian babak. Diawali Zaman Emas, diakhiri Zaman Besi. Dari kehidupan yang diwarnai gelak kebahagiaan, lalu memudar dalam tahapan selanjutnya. Saya membacanya di sini [Wikibuku], dengan tarikan napas panjang.

Pada Zaman Emas, manusia hidup bersama para dewa. Tak perlu bekerja keras, semua melimpah. Lalu tiba Zaman Perak, Zeus berkuasa dan dia membawa derita. Manusia harus berkeringat untuk mendapatkan sesuap nasi … | Selengkapnya

Jleb! Sujiwo Tejo pun Mendongeng Tentang Kebudayaan vs TIK

September 17, 2016

00-gaya6

Kehadiran Teknologi Informasi dan Komunikai (TIK), seolah berdiri di depan dan berlari meninggalkan banyak yang telah hadir sebelumnya, termasuk di dalamnya adalah kebudayaan. Bahkan keduanya kerap kali dianggap bertentangan dan saling meniadakan.

Namun, asumsi ini terbantahkan saat panitia Festival CanDoRI TIK 2016 mengundang kehadiran budayawan Sujiwo Tejo untuk mengisi Seminar dan Talkshow bertajuk “TIK untuk Pariwisata dan Kebudayaan”, Sabtu, 17 September 2016 bertempat di Ghratama Pustaka, Yogyakarta. | Selengkapnya

Drama Radio, Edukasi Kebencanaan Dalam Sorot Pandang Paradgima Baru

September 17, 2016

retro-1216719_1920

Pagi itu, bukanlah pagi yang biasa. Dalam hitungan kerjap mata, ia menyergap awal hari yang seharusnya teduh dan syahdu, menjadi luar biasa. Ingatan padanya, kemudian melekat tajam bak jelantah mencengkeram langit-langit benak. Sejak pagi yang dramatis itu, setiap pagi, dalam rentang waktu yang cukup lama, bersalin rupa menjadi awal hari yang mendebarkan.

Itulah pagi 27 Mei 2006 di Yogyakarta. Kurang lebih pukul 05:55:03 WIB, selama 57 detik dalam geger pertama dan utama, bumi terasa menari tanpa belas kasihan dengan dentum musik berkekuatan 5,9 pada Skala Richter—United States Geological Survey, melalui data yang diperolehnya, bahkan mencatat angka 6,2 Skala Richter.

“Mamiii… Mamiiiii… goyang semua!” | Selengkapnya

Kwatrin Merah Dadu

September 14, 2016

little-girl-1082133_1920

I
Seorang gadis kecil berkuncir
Tersipu mengibas rambut jenjang
Mata lentiknya mengirim sihir
Memacu detak jantung kian senjang

II
Semburat mentari melukis terbata
Pada wajahnya yang semu dalam sipu
Saat kami bersilang lirik mata
Lalu tertunduk meremas kancing baju

Selengkapnya >

Belajar Menulis Review dari Kompas Klasika Ini

September 13, 2016

04

Saya tidak punya kemampuan yang baik dalam mengulas (review) produk/brand. Kerap kali, saya kehabisan akal untuk menghidupkan benda-benda mati semacam ini. Itu sebabnya saat berjumpa dengan Riana Dewie (salah seorang pengelola KJOG—Komunitas Kompasianer Jogjakarta), saya suka merajuk minta diajari olehnya.

Riana Dewie, sebagaimana kita ketahui, hampir selalu menjadi pelanggan dalam kompetisi mengulas produk—sepeda motor, museum, hingga yang paling sering: Smartphone. Ia sudah melalang hingga ke Negeri Singa untuk menghadiri peluncuran sebuah (merek) smartphone yang dibarengi dolan-dolan cuci mata (city tour), sebagai ganjaran atas prestasinya mengulas smartphone tersebut di Kompasiana … | Selengkapnya