Archive for the ‘rasa’ Category

Simsalabim Clitoria Ternatea! Bunga Telang pun Jadi Mocktail untuk Takjil

May 31, 2017

004b

Suatu kali kutemukan
Bunga di tepi jalan
Siapa yang menanamnya
Tak seorang pun mengira

Bunga di tepi jalan
Alangkah indahnya
Oh kasihan kan kupetik
Seb’lum layu

~Koes Plus

Segala sesuatu ada waktunya. Semesta kerap mengatur sedemikian elok, sehingga kuliner pun membentuk pola, perilaku, dan habitat yang khas. Konvensi tanpa kongres ini menjadi laku umum, meskipun tak selalu begitu, terutama saat kuliner telah riuh menjadi bukan sekadar memenuhi perut keroncongan.

Sate Klatak di Yogyakarta misalnya, berkonotasi santapan malam dan terletak di Selatan kota. Tak urung, banyak yang taat asas. Namun, tidak demikian dengan warung sate bernama Nglathak ini. Oleh pemiliknya, ia digeser buka sejak siang dan diletakkan sebagai santapan di “tengah kota”. Sumbu peta ini XXX memberi tahu kita bahwa ia masuk dalam pusaran kampus … | Selengkapnya

Zaskia Mecca Mati Gaya, Hanung Bramantyo Turun Tangan, Lahirlah MAMAHKE Jogja

May 20, 2017

03

Kita kerap dan secara organik gemar diikat oleh tali emosi. Jika membelit dua insan, maka “move on” adalah dua kata yang terasa patut dienyahkan dan sia-sia untuk diperdebatkan. Kekerabatan pun demikian. Meski tak luput getas dan getir, ia terus dibangun—seperti Presiden Jokowi rajin membangun infrastruktur 😉

Ini contoh sederhana dan hal lazim di negeri ini. Dua orang yang saling mencintai, tidak menuju gerbang pernikahan sebagai 1 + 1 = 2. Terdapat dua “serikat persaudaraan” yang riuh mendeklarasikan “kita bersaudara”. Yup, bukan sekadar menyatunya dua orang. Na… | Selengkapnya

Pesta Ikan Deho di Tepi Jalan Pesisir Teluk Buyat

November 6, 2016

0001

Surga tak selalu berada di bawah telapak kaki ibu. Meskipun Muchsin Alatas menyanyikan lagu ini dengan penuh perasaan dan mengalirkan liriknya dari setiap denyut jantung, saya tetap ingin memejamkan mata dan meresapi fakta bahwa di tanah Minahasa, surga itu ada di sekeliling lidah—indra pengecap kita.

Racikan rempah yang melahirkan beragam citarasa, membuat apa pun yang disergap oleh bumbu masak khas Minahasa, akan melambungkan cecap kita hingga mata binar dan bibir semringah. Ya, apa pun. Maka, tak terbantahkan bahwa di tanah Nyiur Melambai itu, terentang santapan yang menggiurkan sejak dari kuliner “santun” hingga olahan masakan “ekstrem”.

Jika fakta itu adalah “Romeo”, maka kekayaan hasil laut yang melimpah adalah “Juliet” yang berpadu menghadirkan Minahasa sebagai tanah surga untuk merayakan pesta bagi lidah kita. Beragam jenis olahan khas dari pucuk utara pulau Sulawesi ini telah merasuk hingga ke singgasana tertinggi pilihan rasa warga di tanah air dan diaspora Indonesia.

(more…)

Bukan karena Banyak Uang, Tapi Inilah 7 Sensasi Menonton Konser Musik yang Diuber Penonton

August 22, 2016

AaaAda yang terasa kurang bila kamu mencintai musisi idolamu tetapi menolak menghadiri konser musik yang digelar di kotamu. Seseorang yang terseret dalam denyut kiprah penyanyi idolanya, pasti tidak akan tinggal diam atau mengabaikan aksi panggungnya.

Konser musik terkadang ekstrem. Pada satu momen kita dapat menikmatinya secara gratis, tetapi pada kesempatan yang berbeda kerap menuntut kita merogoh kocek yang dalam untuk dapat melewati pintu masuk.

(more…)

Sekolah Bukan Bengkel, Anak Bukan Orang Dewasa Mini, dan Orangtua Bukan Pengusaha Jasa Kurir

July 31, 2016
KOMPAS - YUNIADHI AGUNG

Sebuah perayaan, bukan beban (Foto: Kompas.com)

“Dibutuhkan orang sekampung untuk membesarkan seorang anak.” Kalimat bijak yang bermuasal dari Afrika ini mencapai puncak atributnya saat diperkenalkan oleh Hillary Clinton melalui buku larisnya “It Takes a Village: And Other Lessons Children Teach Us” (1996).

Pada era “Keluarga Besar”, setiap anak yang lahir di muka bumi dirayakan oleh orang sekampung. Ucapan selamat berdatangan sejak konsepsi hadir dalam kandungan seorang ibu, setiap orang berjamaah menjalankan fungsi sebagai psikolog saat kecemasan menginggapi si calon ibu, dan kemudian perayaan pecah mengiringi tangis pertama si jabang bayi … Selengkapnya

Hidup yang Berarti, Hidup yang Diabdikan

May 20, 2016

DBuku ini kini telah bersemayam dalam koleksi saya, berkumpul bersama tumpukan buku-buku inspiratif terjemahan dari luar negeri dengan tanpa merasa “rendah diri”. Terlalu sedikit buku “lokal” sejenis ini yang ditulis dan dilahirkan, sehingga kalah telak dalam jumlah. Itu sebabnya saya berterima kasih kepada seseorang yang telah menghadiahkan buku ini kepada saya. Sebuah hadiah yang sangat berarti. Untuk itu saya ucapkan terima kasih kepada Mas Kumis Nanang Diyanto dengan sapaan, “Tuh, lihat, buku ini sudah saya perlakukan dengan amat layak” … | Selengkapnya

Angkringan, Warung Makan Sederhana ala Yogyakarta

May 18, 2016

05Kalau mau ke Yogyakarta tapi ogah menikmati makan malam di angkringan, itu ibarat kamu ke Paris tapi malas menengok menara Eiffel. Yogyakarta dan angkringan adalah dua dari antara sekian banyak hal yang beriringan untuk dialami oleh siapa pun yang ingin menorehkan goresan kenangan yang mendalam dalam kunjungan di kota yang menghanyutkan hati pelancong ini. Meskipun, yaa… angkringan tidak termasuk dalam daftar lokasi syuting film “banyak purnama” yang sedang hits hari-hari ini … | Selengkapnya